Tampilkan postingan dengan label Kultwit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kultwit. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 April 2013

Perang Gerilya di Ranah Media ala PKS




Perang Gerilya di Ranah Media ala PKS


�The strategy and tactics of guerrilla warfare tend to involve the use of a small, mobile force against a large, unwieldy one�

Vietnam vs AS -> 1-0

Vietnam sukses memberikan perlawanan kepada AS. Tidak sedikit sejarawan yang mengatakan perang vietnam adalah kemenangan bagi laskar Vietcong dan kekalahan bagi militer AS - bahkan terbesar dalam sejarah peperangan mereka. Catatan penting bagi kemenangan itu adalah pasukan Vietcong sukses menerapkan strategi perang gerilya yang mereka pelajari dari buku Fundamentals of Guerilla Warfare (Pokok-pokok Perang Gerilya), karangan Jendral AH. Nasution.

Vietnam memang tidak punya pilihan lain. Selain jumlah personil yang terbatas, minim dan sederhananya peralatan tempur membuat mereka tidak mungkin �head to head� dalam menghadapi kekuatan raksasa militer AS dan sekutu-sekutunya yang baru saja memenangkan Perang Dunia 2. Dengan memanfaatkan penguasaan atas kondisi demografi dan geografi Vietcong melakukan gerilya, membuat tentara AS seperti menghadapi pasukan hantu.

Keluar masuk hutan; menyergap di malam hari; menyamar menjadi rakyat biasa; melukai bukan membunuh (strategi 1-3, lukai 1 orang, 2 orang akan menjadi sibuk untuk mengusung). Serangan melalui kelompok-kelompok kecil terus menerus dilakukan dan terorganisir dengan rapi. Militer AS dilanda jenuh, frustasi, demoralisasi dan tidak berhasrat melanjutkan pertempuran.

Carrefour vs Indomaret -> 1-1

Sekitar 6 atau 7 tahun yang lalu, pemain-pemain bisnis retail dikejutkan dengan kehadiran Carrefour yang merampok pasar mereka dan menyebabkan kegoncangan usaha. Yuki, Macan, Makro, Hero yang terlihat sangat mapan harus gulung tikar karena customer mereka beralih ke Carrefour yang hadir menawarkan konsep bisnis retail �RAKSASA�. Lengkap, BESAR dan murah.

Carrefour sukses mencaplok pasar retail yang beragam. Tua, muda, kaya, menengah, Unsegmented. Berbagai cara coba dilakukan; rebranding-repositioning; tetapi pemain-pemain lama hanya bisa gigit jari, menyaksikan kasir-kasir mereka semakin sepi dan akhirnya harus ditutup. Perang �head to head� dengan Carrefour berarti mati.

Sampai kemudian hadirlah Indomaret�
Indomaret nampaknya paham betul, bahwa perang melawan Carrefour ibarat perang Vietnam. David dan Goliath. Maka menghadapi raksasa ini tidak bisa perang tanding satu lawan satu. Maka Indomaret melakukan perang gerilya. Mereka menciptakan puluhan, ratusan bahkan ribuan gerai Indomaret kecil. Ya.. kecil, 2 atau 3 ruko, disulap menjadi 1 gerai Indomaret. Tetapi ada dimana-mana. Dikendalikan dan diorganisir dengan ketat dan rapi. Hasilnya� gerai-gerai kecil Indomaret sukses mengimbangi raksasa Carrefour dan masih bertahan hingga kini. Skor masih remis.

Strategi media PKS (PKS vs �. -> .. - ..)

PKS nampaknya cukup jeli melihat situasi. Menilik 2 contoh di atas, PKS sadar; di satu sisi melawan raksasa media semacam TV One, Metro TV, MNC Group, Trans Corp + detik.com tidak mungkin �head to head� karena mereka akan kalah, di sisi lain PKS butuh media untuk memberitakan aksi-aksinya atau mengcounter berita negatif dari media lain. Apa yang dilakukan PKS?

Ya� PKS melakukan Perang Gerilya Media.

PKS punya kader-kader muda yang cukup melek teknologi karena secara usia memang mereka besar di era ini. Mereka hidupkan media-media online atas nama PKS baik itu level Pusat, Wilayah sampai Kecamatan. Yang paling dikenal adalah pkspiyungan.org, pks.or.id, pkssumut.or.id, dan ratusan situs-situs PKS lainnya. Belum lagi media-media islam yang terlihat pro PKS seperti dakwatuna.com, islamedia.web.id, dan masih banyak situs-situs bertema umum yang punya pengunjung/pembaca cukup banyak. Seperti piyungan.org yang menampilkan jumlah viewernya yang mencapai 18jt dan terus bergerak setiap hari.

Serbuan situs-situs kecil ini ibarat serbuan Vietcong kepada tentara AS atau Indomaret kepada Carrefour. Banyak tapi kecil-kecil, membingungkan, cukup survival.

Belum lagi sebagaimana dikatakan Fahri Hamzah di acara Mata Najwa (Metro TV, 10/04/2013), sebanyak 500ribu kader PKS di minta buat akun di sosial media, baik itu facebook maupun twitter. Sehingga penyebaran informasi bisa sangat massif. Pidato Presiden PKS Anis Matta di Medan, misalnya langsung diposting di tiap-tiap situs PKS, lalu disebar oleh akun-akun kader mereka. Jika 10% saja dari kader PKS punya friend atau follower sebanyak 4000, maka akan ada potensi penyebaran informasi ke 200jt akun. Tidak ada media besar yang bisa diandalkan PKS, tetapi dengan metode guerilla warfare atau �keroyokan� begini, PKS cukup sukses melakukan penyebaran informasi atau counter opini atas media-media besar.

Contoh ketika Tempo memberitakan dugaan korupsi Aher terhadap dana Bank Jabar, tim sosial media PKS rame-rame memberitakan puluhan prestasi Aher. Contoh lain ketika ada isu LHI mengirim SMS dari penjara, kader PKS dengan cepat melakukan klarifikasi melalui twitter, diberitakan oleh situs-situs online PKS dan disebar oleh seluruh kader.

Memang, belum ada riset resmi untuk mengkaji hal ini. Tetapi paling tidak, para kader dan simpatisan PKS cukup well informed terkait dengan perkembangan PKS dengan hanya mengandalkan situs-situs di bawah kendali mereka. Dan selanjutnya mereka melakukan sosialisasi kepada masyarakat atas isu-isu yang berkembang.

Ini agak sulit ditiru oleh Partai lain. Selain karena basis dukungan bukan melalui kader, partai lain umumnya di dominasi oleh kader yang tidak lagi muda. Dan sudah tidak terlalu menikmati riuhnya dunia sosial media.

Lalu akan menjadi berapakah skornya dalam pertempuran ini?

Well, mari kita nantikan.


Razas MS
@razasms on twitter


Sumber: kompasiana/pkspiyungan

Jumat, 12 April 2013

Menakar Efektifitas Tagline Baru PKS | by @alejandro_law17

by @alejandro_law17
  1. Pada pemilu 2014, PKS merubah tagline mereka dari bersih, peduli & profesional menjadi cinta, kerja & harmony.

  2. Setiap kali kita membicarakan sesuatu, maka kita harus mengawalinya dari sebuah definisi agar terarah. Dalam hal ini definisi slogan.

  3. Slogan adalah perkataan atau kalimat pendek yg menarik, mencolok, dan mudah diingat untuk menjelaskan tujuan (ringkas KBBI).

  4. Bersih peduli & profesional sebenarnya sangat bagus sbg slogan karena kalimat tersebut sangat mudah diingat sebagai tujuan sebuah parpol.

  5. Permasalahan yg timbul adalah apabila karena kurang pahamnya pengertian slogan sehingga sebuah slogan kita artikan sebagai sebuah klaim.

  6. Perlu ditekankan bahwa slogan adalah tujuan ringkas sebuah pergerakan. Maka salah jika ada yg beranggapan slogan sebagi sebuah pengakuan.

  7. Kesalahan cara memahami pengertian ini berimplikasi sangat fatal jika dianggap sebagai klaim. Contohnya kata bersih peduli profesional.

  8. Kesimpulan salah dr publik yg menganggap PKS nggak sesuai dengan slogannya saat ada kasus korupsi menimpa PKS. Ujungnya ngatain munafik.

  9. Lain halnya jika slogan dimaknai secara benar sebagai tujuan, jika terjadi paradoks antara slogan dengan fakta...

  10. ...maka tujuan yang terangkum dalam slogan tersebut hanya dimaknai sebagai sebuah kegagagalan. Dengan begitu kata munafik nggak akan muncul.

  11. Jika sebuah tujuan / target belum benar-benar tercapai, maka bukan berarti gagal. Hanya memerlukan proses & kesempatan lebih lama lagi.

  12. Selanjutnya, slogan sangat berpengaruh thd psikologis setiap unsur yg terikat dalam slogan tsb dan berfungsi sebagai alert/early warning.

  13. Diharapkan dgn sebuah slogan maka unsur individu yg terikat di dalamnya mampu merekamnya sebagai sebuah mind set untuk diaplikasikan.

  14. Jika anda nggak sesuai dengan slogan, maka anda sebenarnya sedang menggagalkan rencana besar. itu pesan singkat sebuah slogan.

  15. Cinta, kerja & harmony. Efektifkah sebagai sebuah tagline baru untuk mendulang simpati atau mengembalikan kepercayaan publik?

  16. 3 kata tersebut terlalu umum, normatif bahkan jauh dari nuansa politik yang selama ini ditaburi dengan berbagai slogan luhur & muluk.

  17. Mungkin karena Anis Matta pernah brpesan bhw PKS akan merubah kesan politik sebagai sesuatu yg menyeramkan mnjadi sesuatu yg menyenangkan.

  18. Tapi kalo dilihat dari perspektif marketing, justru kata yang familiar ini menjadi senjata simple yang akan membuat PKS makin berbeda.

  19. Bahkan Rooser Reeves telah sejak lama memperkenalkan Unique selling propositionsebagai sarat utama efektifnya sebuah iklan yaitu unik.

  20. PKS dengan tagline baru-nya adlh sebuah strategi cakep yg menonjol karena sebuah simplicity, nggak neko-neko tapi punya makna yg kuat.

  21. Kata "cinta" adalah salah satu kata paling populer di dalam dunia seni & kehidupan nyata yang identik dengan keindahan & pengorbanan.

  22. Kata cinta akan berimplikasi positif pd kata kedua yaitu kerja. Atas nama cinta seseorang bisa memberikan sebuah totalitas dalam bekerja.

  23. Karena cinta pula akan lahir sebuah harmoni dari keberagaman Indonesia baik suku, ras atau berbagai perbedaan Ideologi dan pandangan.

  24. Rakyat udah bosen dengan janji muluk politisi yg menghasilkan sebuah kekecewaan. Rakyat hanya butuh kata sederhana yang bisa dibuktikan.

  25. Dengan cinta semoga PKS mampu menata ulang tujuannya sehingga bisa bekerja dengan sebuah totalitas untuk mewujudkan Indonesia yg harmony.

*http://chirpstory.com/li/68147



Sumber: pkspiyungan

Kamis, 11 April 2013

Akhwat "Melamar" Ikhwan. Salahkah? | by @MinieBintis

Ilustrasi

Rusmini Bintis
Medan

Tema yang satu ini sangat sensitif untuk dibahas. Hal ini terkait perasaan seorang wanita, sebagaimana tema poligami juga banyak menimbulkan pro kontra.  Setiap wanita ingin dijunjung tinggi izzahnya, sehingga segala aturan Allah beresensi untuk menjaga iffahperempuan. Walaupun terkadang menjadi sebuah dilema dalam menentukan prioritas, pertimbangan akal, perasaan dan kebutuhan.

Menelisik penggalan hidup penulis,  pada akhir tahun 2011 perasaan itu mulai datang. Ya, bisa jadi itu yang disebut dengan cinta. Bedanya cinta akhwat dengan orang awam adalah cara mengeksprsikan cinta itu. Singkat cerita saya mengungkapkan perasaan itu pada murobbi pada akhir tahun 2012. Pada semester 4 saat sedang kuliah, saya juga pernah curhat tentang rasa pada murobbi, tapi hanya curhatan semata.  Alasan saya curhat bukan karena tidak kuasa menahan rasa itu, tapi sebagai bentuk penghormatan saya pada morobbi. Bagi saya, murobbi itu tidak ubahnya seperti ummi. Bagi saya, apapun yang terjadi dalam hidup harus melapor ke murobbi, sebagaimana juga saya mengatakannya pada emak.

Pada 2012 lalu adalah moment kedua saya curhat ke murobbi tentang cinta, tentang seorang ikhwan. Kali ini saya curhat karena sudah tidak tahan memendam rasa. Pada satu sisi saya juga baru tamat kuliah, sehingga tidak hanya mengutarakan, saya juga minta agar murobbi menta�arufkan saya dengan ikhwan itu.  Waktu itu murobbi hanya mengatakan Insya Allah dan berjanji akan menyampaikan hal itu pada murobbi ikhwan.

Sejak hari itu, saya sempat berpuasa hingga hampir 1 bulan. Setiap hari berpuasa. Bukan dengan niat agar si ikhwan mengatakan �iya�, tapi agar apapun yang terjadi adalah yang terbaik buat saya.  Setelah 1 bulan berlalu, murobbi tidak juga memberi laporan tentang jawaban ya atau tidak. Saya berinisiatif untuk bertanya tentang itu. Alangkah tercengang ketika murobbi justru berkata kecewa dengan sikap saya yang minta dita�arufkan, dan beliau tidak pernah mengklarifikasinya ke murobbi ikhwan. Alasan beliau berkata �Insya Allah nanti kakak sampaikan ke murobbi ikhwan� hanya untuk menghibur hati saya waktu itu. Dan alasan tidak disampaikan karena hal itu tidak Islami.

Saya shok, tidak menyangka justru berbuah cercaan.  Alhamdulillah, liqo� terus berlanjut.  Tidak sekalipun saya menghindar untuk tidak hadir halaqoh. Pada sisi yang lain saya juga bersyukur, karena Allah gerakkan hati saya untuk bertanya ke murobbi, karena menjadi haram hukumnya berpuasa sepanjang tahun. Saya butuh waktu hampir satu bulan untuk menetralkan hati. Belajar menerima kenyataan.

Hingga kini hubungan saya dengan murobbi baik. Kami saling mema�afkan.  Dan saya yakin, sikap beliau tidak menyampaikan kepada murobbi ikhwan bukan untuk membuat saya menderita, namun agar izzah saya di mata suami kelak terjaga. Merupakan hal yang tabu di Medan seorang akhwat mendatangi ikhwan. 

Terlepas dari saya sudah melupakan ikhwan tersebut atau tidak, namun yang jelas hati saya sudah netral. Berasa sangat bersalah juga, sudah membuat morobbi repot memikirkan saya. Walau bagaimanapun beliau pasti mengharapkan yang terbaik bagi mad�u-nya.

Terkadang saya berfikir, apakah benar hal itu tidak Islami? Argumentasi saya tentang ibunda Khadijah binti Khuwailid ra yang mendatangi Rasulullah ditolak murobbi, dan beliau membandingkannya dengan Fatimah Az Zahra. Kisah asmara Fatimah yang suka pada Ali namun tidak meminta kepada ayahnya untuk menikahkan/menta�arufkan dengan Ali.  �Iya, karena Rasulullah tahu tentang  perasaan cinta Fatimah walaupun ia tidak ungkapkan para Rasulullah�. Itu jawaban saya pada murobbi, sehingga saya pun menyampaikan pada beliau. Tapi murobbi tidak juga dapat menerima argumentasi saya. 

Saya hanya mampu diam. Dalam tulisan Anis Matta, saya pernah membaca �Rasulullah SAW bersabda, �Tidak ada yang lebih baik bagi mereka yang sudah saling jatuh cinta kecuali pernikahan�. Ini beda lagi ceritanya, ikhwan itu belum tentu seperti Ali yang juga mencintai Fatimah. Masih dalam tulisan Anis Matta, �Sebab itu menjodohkan sepasang kekasih yang saling mencintai adalah tradisi kenabian�.  Dalam hal ini tidak ada alasan bagi saya memaksa murobbi untuk menyampaikannya. Sudahlah... lupakan saja yang telah berlalu, saya harus sadar diri.

Kearifan Jama�ah Dakwah

Ikhwan yang memilih, akhwat yang menentukan. Begitu tradisi dalam jama�ah. Mungkin di luar Sumatera Utara, diperbolehkan akhwat mendatangi ikhwan. Jadi bukan tidak Islami, tapi belum menjadi kewajaran di daerah Medan. Saya masih berfikir bahwa mendatangi ikhwan adalah bagian dari budaya Islam. Cerita cinta Khadijah ra saat minta dilamar oleh Rasulullah tidak bicara langsung, akan tetapi lewat perantara seorang temannya, yaitu Nafisah binti Munabbih. Apakah hal itu tidak dapat dijadikan pijakan seorang akhwat mengatakannya pada murobbiyah?

Sah-sah saja kalau ada yang mengikuti jejak ibunda Khadijah ra, dan tidak harus sekaya, secantik, seterhormat Khadijah ra. Karena kualitas ikhwan juga tidak ada yang mengimbangi Rasulullah. Yang salah, menurut saya, apabila akhwat menyampaikan langsung pada ikhwan atau sebaliknya.

Tulisan ini bukan untuk mempengaruhi pembaca agar pro dengan akhwat yang mendatangi ikhwan. Karena bagi penulis hal itu juga masih dilema. Hanya sebagai wacana pertimbangan kebijakan jama�ah ke depan. Karena keduanya mengandung sisi kemaslahatan masing- masing.

Kelebihan jika diperbolehkan akhwat mendatangi ikhwan adalah menutup tabir setan untuk semakin jauh memberikan angan-anagn kosong bagi akhwat yang lemah iman. Dengan proses ta�arufan, si akhwat akan lebih mudah menata hati dengan jawaban ya atau tidak. Kekurangannya secara psikologis apabila terjadi pernikahan maka suami harus pandai-pandai menjaga perasaan istri. Karena dalam hal ini, suami berpeluang merendahkan istri terutama jika terjadi konflik dalam rumah tangga.

Kekurangan jika tidak diperbolehkan akhwat mendatangi ikhwan maka tidak ada sarana bagi akhwat yang ingin segera mengklarifikasi rasa yang ada dalam hatinya, sehingga jika telah memuncak dan tidak terkontrol, akan membuka peluang virus merah jambu (VMJ) yang dilakukan ikhwan akhwat secara tersembunyi.

Kelebihan jika tidak diperbolehkan adalah melatih para akhwat memiliki hati sejernih Fatimah binti Muhammad saw. Mencintai dalam diam, tanpa berharap pada siapapun kecuali kepada Allah sebagai hakim cintanya. Ia tidak mengatakan pada siapapun kecuali Allah. Sungguh luar biasa menjadi sosok Fatimah yang sangat takut menodai anugerah cinta yang Allah berikan, walaupun pada sisi yang lain ia tahu bagaimana beratnya memendam rasa cinta.

Mengutip kalimat Ustadz Anis Matta, beliau menjelaskan Islam adalah agama kemanusiaan. Sebab itu pula nilai-nilainya selalu ramah dan apresiatif terhadap semua gejolak jiwa manusia. Dan sebab cinta adalah perasaan kemanusiaan yang paling luhur, mengertilah kita mengapa ia mendapat ruang sangat luas dalam tata nilai Islam.

Mau menjadi seperti Khadijah atau Fatimah adalah pilihan akhwat. Islam menghargai kelebihan diantara kekurangan yang dimiliki. Karena setiap manusia memiliki kekuatan berbeda, maka ambillah sisi yang sesuai dengan batas kemampuan diri. Selalu ada hikmah di balik kejadian, karena tidak ada yang kebetulan dalam hidup. Semua sudah Allah tetapkan dalam lautful Mahfuz. Tugas kita adalah semaksimal mungkin melakukan pengabdian diri untuk mengangkat Izzah Islam di muka bumi.

Allah yang maha membolak-balikkan hati manusia, sekiranya kini diperkenankan akhwat mendatangi ikhwan, penulis tidak akan melakukan yang kedua kalinya. Tapi bukan berarti tidak membenarkan bagi yang melakukan karena hal itu tidak diharamkan oleh Allah, bahkan istri manusia teragung sejagad raya yang telah mencontohkan. Ada kalanya manusia butuh waktu untuk berfikir dan merenung dalam merubah persepsi menuju generasi yang lebih qur�ani. Ilmu dapat diperoleh dari buku-buku, namun kebijaksanaan dan kearifan lebih dekat dengan pengalaman hidup. Wallahu �alam... 

*penulis: @MinieBintis on twitter



Sumber: pkspiyungan

Rabu, 10 April 2013

Ukhti Nurliani, Sosok Isteri Teladan Kader PKS




"Menjadi Penyemangat Suami"

Nurliani Ummu Nashifa

Saya lupa kapan persisnya suami diberi amanah sebagai Ketua Ranting (DPRa) PKS di sebuah kelurahan wilayah ujung perbatasan kota metropolitan, DKI Jakarta.

Seingat saya, sesaat sebelum amanah itu diemban suami sudah memegang amanah menjadi Ka Pelayanan diwilayah kelurahan kami, Rorotan, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara.

Hampir sekitar 3 tahun, amanah yang berat bagi kami, karena tidak mungkin saya biarkan suami tercinta saya ini memegang amanah berat tersebut serasa sendirian. Amanah yang sejak awal kalau bisa kami tolak atau tidak diterima. Seingat saya, lebih enak jadi kader biasa saja tentunya. Tidak usah jadi pengurus, apalagi diberikan amanah sebesar ini bagi kami. Namun nasihat Ustadzah Yoyoh Yusroh begitu sering terlintas di kepala, bahwa berlelah-lelah itu di dunia, istirahatnya di surga.

Bismillah saya dukung suami saya 1000% kalau perlu, untuk mengemban amanah itu dengan sebaik-baiknya. Dimulailah kami sering diskusi, hal apa saja yang bisa kami lakukan untuk kelurahan tercinta ini. Kami tinggal diwilayah ini baru sekitar 6tahun, saat Pilkada DKI 2007 dulu kami pindah kesini. Bergabung dengan saudara/i disini menjadi oase kebahagiaan bagi keluarga kecil yang baru kami bangun tersebut. Saat itu, kami baru memiliki anak satu, usia 5 bulan.

Di awal amanahnya, dimulailah saya lihat suami sering pulang malam dalam 1xsepekan untuk menghadiri rapat di DPC kami belum lagi instruksi tiba-tiba dari DPW atau DPD untuk menghadiri agenda yang lain/konsolidasi. Wajah kelelahan dan istirahat yang kurang menjadi salah satu rutinitasnya. Maklum saja, karena besok paginya suami saya harus kembali bekerja kantoran.

Kalau saya teringat amanah suami yang berat, seringkali saya support dengan menanyakan bagaimana program-progam DPRa kedepan. Yang paling berkesan saat kemarin kami berjuang diPilgub, waktu Ustadz Hidayat diusung PKS. Ingatan saya muncul, kami berdua selepas pulang kantor menyusul ke DPW kemudian ke KPUD untuk mengantarkan dengan semangat qiyadah tercinta kami tersebut. Di mobil langsung kami diskusikan bagaimana langkah-langkah kedepan untuk mensukseskan langkah Ustadz Hidayat sebelum biasanya suami saya akan diskusikan di program rutin syuro pekanan dengan pengurus lainnya.

Kami biasa syuro pekanan di rumah kecil kami, Alhamdulillah rumah ini menjadi berkah karena menjadi markas bagi kader PKS kelurahan kami untuk mengadakan syuro semenjak pasca pilkada DKI 2007 lalu. Maklum budget DPRa terbatas untuk bisa menyewa ruko, lebih baik dananya kami gunakan untuk keperluan lain yang lebih penting. Pernah sih dicoba untuk sewa, namun akhirnya pindah lagi kerumah ya karena alasan dana itu.

Pernah suatu malam, suami saya tidak bisa tidur karena bagaimana bingungnya memikirkan cara yang efektif untuk dapat memenangkan Ustadz Hidayat dalam Pilgub sedangkan dana belum ada yang turun. Dana kas terbatas sekali, dan ghirah kaderpun masih belum terlihat. Tetesan airmatanya mengalir deras, saya jadi ikut menangis dan coba menenangkan suami bahwa pasti ada jalan untuk kita bisa tetap membuat program-program ditengah masyarakat kelurahan kami ini.

Kemudian saya sampaikan pada suami, �Abi..,  ini umi ada sedikit tabungan bisa kita belikan alat pembuat pin dan gelas. Kita bisa gunakan alat tersebut untuk mencari orderan dari DpRa lain,dan juga sebagai minimalisir dana kampanye.� Alhamdulillah, suami menerima gagasan dan dana tabungan saya tersebut. Akhirnya kamipun membeli alat tersebut yang bisa digunakan untuk support pemenangan Pilkada DKI 2012.

Akhir pekan, agenda kami selain diisi jadwal halaqoh rutin tentunya kami harus berpindah dari RW ke RW yang lainnya untuk mengadakan baksos, pelayanan kesehatan dan direct selling ke tengah-tengah masyarakat. Aktivitas ini memang sudah rutin kami lakukan, namun dikala perjuangan dakwah ini telah ditentukan tentu intensitasnya menjadi lebih dipersering. Jam tidur tentu kami kurangi, saya bantu suami dengan segala support untuk terus semangat dan semangat untuk memenangkan Ustadz Hidayat.

Seringkali kami berdiskusi dan bersyukur bagaimana dikala hempitan ujian, selalu saja ada jalan kemudahan. Bahkan seringkali kami berdoa untuk Allah berikan rezeki-rezeki yang tak terduga agar support dakwah semakin mudah. Saat Pilkada DKI kemarin, saya sedang hamil anak ke-3, namun ingin saya perlihatkan pada suami. Bahwa istrinya yang sedang hamil ini, tak lantas menjadi surut semangat dan langkahnya sebagaimana Asma binti Abu Bakar mencontohkan dalam membantu perjuangan Rasulullah dan ayahnya.

Sebagai Ketua DPRa, suami sering menceritakan bagaimana qiyadah-qiyadah telah menyampaikan program-progam yang baik untuk bisa dilaksanakan, namun sinergisitas dengan seluruh pengurus dan kader di DPRa kami tentunya harus diselaraskan agar porgram dapat berjalan dengan baik dan maksimal. Untuk membantu suami, seringkali saya ingatkan jadwal syuro pekanan DPRa atau membantu beliau mengirim sms tercinta kepada seluruh kader kelurahan. Bahkan urusan menjawab sms pun saya sering membantu beliau, tentunya dengan izin beliau dan isi yang sudah sesuai instruksi :)

Walaupun Allah belum mentakdirkan Ustadz Hidayat menjadi Gubernur DKI namun aktivitas perjuangan kami tidak terhenti hanya saat momen PilGub. Aktivitas sosial dan keagamaan kami tetap berjalan, walau kuantitasnya agak berkurang dikarenakan aktivitas kader diluar juga banyak.

Sungguh amanah ini sangat berat, seringkali suami bilang kalau bisa yang lain mending yang lain saja. Namun sebagai istri, saya sampaikan� �Abi, ini amanah dakwah, jalankan dengan sebaik-baiknya. Memohonlah kepada Allah agar senantiasa diberikan petunjuk dan kemudahan.�

Teringat amanah menjadi istri Ketua DPRa, saya juga seringkali tersenyum. Suatu malam, rumah kami kedatangan tamu. Seorang bapak, yang ingin meminjam uang karena ingin membantu ibunya keluar dari RSUD Koja, disampaikannya ini informasi Pak RT. Kata Pak RT, coba saja kerumah Pak Mahfud, Ketua PKS. Orang PKS kan baik-baik, sosial banget. Insya Allah kalau kesana akan ada bantuan. Ya Alhamdulillah, walau tidak bisa sepenuhnya, namun ada yang sedikit bisa kami bantu. Senang rasanya kalau PKS telah menjadi trade-mark kebaikan di tengah-tengah masyarakat.

Justru saya seringkali khawatir, kalau amanah suami ini sebagai Ketua DPRa di kelurahan ini tidak berjalan maksimal. Bahkan selalu saya berdoa, semoga tidak ada warga kelaparan/kesulitan yang kami tidak ketahui. Sungguh saya bersyukur, dengan amanah ini pintu-pintu kebaikan menjadi lebih mudah terbuka, peluang amal menjadi lebih besar. Dan semoga Allah kabulkan menjadi salahsatu jalan yang memudahkan kami untuk berkumpul di  SurgaNya.

Pemilu sudah semakin dekat, perjuangan dakwah sudah dipelupuk mata. Seperti momen sebelumnya, diskusi-diskusi kami terasa indah diiringi program-progam apa yang bisa kami berikan terus untuk kader dan masyarakat.

Demikian secuil cerita saya sebagai istri Ketua DPRa PKS. Semoga dimanapun berada, para ummahat bisa terus juga menggelorakan semangat dakwah suaminya untuk terus mengemban amanah. Sungguh istirahat itu nanti di Surga. []


*Penulis: @semangat_liani on twitter


Sumber: pkspiyungan.org

Selasa, 09 April 2013

Golput? Gak Jaman Kaleee!


by @alejandro_law17

1. Mumpung sangtey.. saya akan bahas partai nih tweeps..

2. Maklum saya bukan non-voter yang suka sok idealis, apatis atau ceriwis yg demennya nunjuk partai atas kerusakan negara ini.

3. Saya seorang pemilih yg akan mengupas sikit tips cara memilih sebuah partai, Golput adalah masa lalu & udah nggak jaman lagi he he..

4. Di US, bahkan Pew reseach bilang golput kebanyakan dari anak muda & mrk yangg less educated & vice versa yg well educated mrk nyoblos :)

5. Inget! Bad politicians are sent to Washington by good people who don't vote. ~ William E Simon.

6. Org golput enggan milih karena 2 alasan yaitu org baik yg individualistis atau org yg ngerasa lebih baik dibanding siapapun kandidatnya.

7. Ayo golputer ngaku anda semua golput karena alasan yg mana? karena ngerasa lebih baik atau karena individualistis? atau keduanya? :D

8. Jiyah.. Malah keterusan towel-towel orang golput nih.@fadjroel @dependi atau sapa tuh pimpinan jancuker yg gondrong & serem itu? Ups..:D

9. BTT then. Bicara partai tentunya kita harus melihat sebuah partai secara komunal baik dari kinerjanya atau kelebihan & kekurangannya.

10. Umumnya partai modern lebih menjanjikan sebuah perubahan dibanding partai yg terikat akar2 tradisi ketokohan secara turun temurun.

11. Berikut ini adlh karakteristik partai modern yang biasanya lebih profesional & lebih bisa kita percaya kinerjanya shg layak kita pilih.

12. Pertama, Partai modern memiliki sebuah mekanisme & sistem yang bekerja. AD/ART dijalankan sebaik-baiknya sesuai ketentuan yg berlaku.

13. Kedua, Partai modern nggak memiliki sebuah figur ikonik menonjol yang sentralistik dalam segala kebijakannya. Bukan partai "gimana Bapak".

14. Ketiga, Kaderisasi berjalan dengan baik, berjenjang dan dilakukan secara terus menerus. penempatan kadernya merit system & egaliter.

15. Keempat, Partai modern akan mempunyai regenerasi kepemimpinan secara simultan & ketokohan di dalamnya bersifat kolektif.

16. Jika sebuah partai hanya jualan Bapak, jualan Ibu atau jualan Mr X yang konon kuat karakter & kepemimpinannya, itu bukan partai modern.

17. Selain karakteristik partai modern diatas, ada beberapa pertimbangan lain dlm milih sebuah partai agar aspirasi kita benar2 tersalurkan.

18. Kita pilih partai dgn potensi konflik di dalamnya paling minimal. Sebuah partai nggak akan efektif bekerja jika banyak konflik.

19. Pertimbangan berikutnya adalah track record sebuah partai apakah bisa bekerja, bersih, cukup bersih atau sekedar partai penggembira.

20. Bersih atau nggaknya sebuah partai didasarkan pada peran & kursi strategis mereka dibanding jumlah data korupsi pada partai tersebut.

21. Menghitung peran dan kursi strategis mereka di DPR atau pemerintahan menjadi sangat penting karena dari situlah penilaian kita dimulai.

22. Anda jangan berpikir bahwa sebuah partai disebut bersih jika partai tersebut nggak memiliki peran & jabatan strategis di DPR/pemerintah.

23. Partai kek gitu bs aja cuman sebuah partai yang diisi oleh orang dengan integritas rendah. Nggak korupsi hanya karena nggak kebagian :D

24. Atau partai yang nggak memiliki kursi strategis kemungkinannnya adalah hanya sebuah partai yg isinya kumpulan org yang nggak qualified.

25. Itungan lainnya adalah jangan memilih partai dimana elitnya mempunyai rangkap jabatan antara jabatan publik dengan jabatan di partai.

26. Praktek rangkap jabatan adalah praktek korupsi waktu, tenaga & pengabdian secara terang-terangan jika terjadi pada 2 jabatan strategis.

**   Rangkap jabatan adalah ciri buruknya kaderisasi & regenerasi kepemimpinan partai. Partai kayak gini miskin kader dan mudah gulung tikar

27. Gimana dengan Hasil survey yg dirilis oleh berbagai lembaga? apakah kohesif dgn bagus atau nggaknya sebuah partai u/ dijadikan ukuran?

28. Anda harus ingat poin-poin di atas agar anda nggak mudah terombang-ambing by survey krn generally survey adalah pesanan u/giring opini.

29. If you are guided by opinion polls, you are not practicing leadership - you are practicing followship. ~Margaret Thatcher.

30. Dgn berbagai pertimbangan logis diatas, mari kita berperan dalam pemilu secara logis & rasional dlm menentukan pilihan pd sebuah partai.

31. Anda memilih yg terbaik, yg lebih baik/terbaik dari yg buruk adalah wujud nyata anda menyelamatkan bangsa ini dr krisis & keterpurukan.

32. Jangan biarkan politisi busuk semakin merajalela karena sikap apatis kita, karena egoisme kita yg telah merasa mapan dgn kehidupan kita.

33. Anda harus tahu bahwa meminimalisir politisi jahat adalah langkah awal untuk sebuah perbaikan & perubahan di negeri ini.

34. Partai mana yg layak kita pilih? Silahkan anda menilai sendiri karena saya hanya memberikan sikit frame dalam memilih sebuah partai.

35. Selamat mencermati, membandingkan dan memilih demi cita-cita kita bersama yaitu sebuah bangsa yg lebih baik. dan lebih maju. MARDEKA!


[http://chirpstory.com/li/67108/pkspiyungan.org]

Senin, 08 April 2013

Fahri Hamzah bertutur tentang "Politik Cinta Anis Matta"




Kultwit by @Fahrihamzah

  1. Tentang bunga dan cinta. Ini dari pidato kebangsaan presiden @anismatta Lombok.

  2. Presiden @anismatta telah menulis banyak tentang cinta. Dan kini ia ingin membawanya ke dalam politik..

  3. Orang2 bertanya, apakah cinta mungkin dibawa ke dalam politik kita sekarang ini?

  4. Justru karena keadaan kita seperti itu di mana politik menjadi permainan yang berbahaya, cinta harus hadir...

  5. Justru karena politik semakin keras dan kejam maka cinta harus hadir...

  6. Justru karena kekuasaan semakin mendominasi makna politik..maka cinta harus melembutkan nya...

  7. PKS harus meyakini bahwa cinta adalah bahasa universal...yg dibawa oleh walisongo berabad lalu...

  8. Dan cinta inilah yang akan menyatukan bangsa ini kembali dalam optimisme...

  9. Dan cinta inilah yang akan membuat setiap kuncup bunga menjadi mekar seperti kata@anismatta ..

  10. Maka kita memerlukan pemimpin bagi perubahan politik kita yang kejam agar terbawa cinta...

  11. Seseorang yang dadanya lapang dan hatinya luas seluas matahari...

  12. Seseorang yang pikirannya akan menegakkan akal sehat dan keadilan yang hakiki bagi kita semuanya....

  13. Seseorang yang akan menggunakan kekuasaan untuk melayani setiap orang seperti tukang bunga yang menyiram air kepada tiap tanaman..

  14. Kau yang akan meniupkan kuncup agar bunganya mekar...

  15. Yang membawa senyum bagi rakyat....yang menyembuhkan luka...dan membawa harapan...

  16. Dan taman indonesia ini akan indah untuk dilihat dan ditinggali...demikian presiden@anismatta.

Anjuran Positif Menggunakan Social Media oleh Menkominfo @tifsembiring







Tifatul Sembiring
@tifsembiring 



  1. Ini himbauan saja: Gunakan socmed buat hal2 positif, tidak untuk saling mencaci maki, apalagi bersifat SARA. Komunikasi yg baik n sopan.

  2. Selama ini kebebasan ekspresi kan tidak dilarang, tapi jangan melanggar UU. Jangan digunakan untuk mengganggu kebebasan orang lain.

  3. Yg dibutuhkan sekarang bukan saling mencaci, hanya karena kita beda suku, ras, agama atau warna kulit. Bangsa ini butuh PERSATUAN..!!

  4. Kalau bicara soal perbedaan sudah banyak, ada 17.508 pulau, 200 bhs, 800 dialek, puluhan suku2, bentuk fisik, budaya, seni, makanan: BEDA

  5. Yg penting dijalin adalah persatuan, menemukan ide2 baik dan pemikiran2 cerdas membangun bangsa. Agar BANGSA INDONESIA ini MAJU...!!!

  6. Komunikasilah yang baik, "I am OK, you are OK", gitu. Apa untungnya sih buat permusuhan. Banyak teman kan lebih baik, saling sinergi...?

  7. Itulah motivasi kakek nenek kita dulu berjuang, rela korbankan jiwa raga mereka. Agar anak cucu mrk bahagia, bersatu, bukan pecah belah ?

*http://chirpstory.com/li/47751

Rabu, 03 April 2013

Puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad

Fahri Hamzah


Kabar PKS - Jakarta.  Komite Etik KPK memutuskan Ketua KPK Abraham Samad terbukti melakukan pelanggaran tingkat sedang terhadap kode etik terkait kasus kebocoran konsep sprindik kasus Anas Urbaningrum. Sanksinya, teguran tertulis.

Berikut puisi Fahri Hamzah untuk Abraham Samad yang kami ambil dari PKSpiyungan.org
Puisi ini dikirim 31 Januari 2012 namun dianggap masih relevan. Berikut selengkapnya:

Apa pengertianmu tentang mendung abraham? Pernahkah kau berjalan dalam gelap? Atau diantara hujan dan angin puting beliung? 

Atau pernahkah kau mendekati pusaran arus yang berputar? Atau menerjang gelombang pasang? 
Pernahkah kau seperti berada pada ketinggian yang semakin tinggi? Lalu kau terlepas seperti layang-layang. 

Dunia ini sepi kawan, itu yg aku ingin berbagi. Kita ini sendiri di hadapan apapun. 

Apa pengertianmu tentang hingar bingar dan tepuk tangan? Bagiku itulah puncak kesepian. 

Jika kau berada di atas pentas dan semua orang bergemuruh berdecak kagum kepadamu. Pergilah kepada dirimu.

Jika kau terkucil dalam gelap, pergilah kepada Tuhan mu, dia akan menghiburmu.

Yang gemuruh dan yang sepi adalah fatamorgana. Sementara dirimu adalah fana.

Jadikanlah kubur sebagai tempat tidurmu sebab kesanalah kau akan kembali dan bakarlah amarah mu dalam peti mati. 

Selamat jalan kawan, setiap orang bertanggungjawab sendiri. 

Jangan takut gelap. Aku tahu kau tak takut ombak.(*) (dd/trb/dkw)